Berita

2 Kali Adu Penalti Paroman FC Finis sebagai Runner Up

AnakBolaParoman FC batal merengkuh juara Mini Turnamen Cucurak Cup. Trofi juara event yang diikuti enam tim ini dengan legawa dilepaskan kepada Kepeypey FC. Sementara Tim binaan Kusnadi dan Koh Ache finis sebagai runner up.

Bertanding di Lapangan Bulog Jampang, kabupaten Bogor, Minggu (27/3), kedua finalis yang sempat bertemu pada fase penyisihan grup bermain hati-hati. Kendati demikian pertarungan berjalan ketat dan sengit.

2 Kali Adu Penalti Paroman FC Finis sebagai Runner Up

Duet lini belakang Paroman, Santoso dan Pekong dengan disiplin mematahkan alur serangan lawan. Anak-anak Kampung Jati, Parung ini akhirnya memaksa Kepeypey menuntaskan game di waktu normal dengan skor kacamata.

Babak tos-tosan yang menjadi momok bagi penggawa Paroman pun tak terelakkan. Kepeypey menang total 3 gol dari 2 gol yang dicetak oleh Paroman FC saat tendangan penalti.

Skuat Paroman sejatinya bermain cemerlang di sepanjang turnamen mini tersebut. Pada babak semifinal tim ini sukses menghentikan perjalanan juara Grup A, yakni 76 FC. Fogo yang menerima asisst dari Tono berhasil mencetak gol tunggal bagi Paroman.

Adu Penalti di Sesi Penyisihan Grup

Paroman mengawali langkah di Cucurak Cup dengan meraup tiga angka. SPR FC menjadi tim pertama yang dikalahkan melalui gol semata wayang sayap lincah, Saptari.

Berlanjut ke putaran kedua, menghadapi Kepeypey yang berujung dengan drama adu penalti. Hasil imbang 1-1 menyudahi permainan yang berlangsung selama 2×20 menit.

2 Kali Adu Penalti Paroman FC Finis sebagai Runner Up
Pemain Paroman FC memenangkan perebutan bola.

Memadukan umpan trough ball dan long pass, alur serangan dari duo gelandang Paroman FC, Madiun dan Tono mampu mendikte lawan. Mendapat ancaman serius, penggawa Kepeypey justru kerap melakukan pelanggaran. Tindakan tersebut terpaksa dilakukan demi menghentikan laju bola ke wilayah pertahanannya.

Dalam satu kesempatan, Madun yang melihat celah di lini belakang Kepeypey mengirim umpan terobosan ke kotak penalti. Mendapati bola yang menggelinding  bebas, dengan timing yang tepat Riben berhasil mengarahkan bola ke gawang lawan.

Namun kemenangan yang sudah di depan mata mesti terlepas. Kelengahan lini belakang Paroman harus dibayar mahal. Gol yang disarangkan pemain Kepeypey membuat kedudukan menjadi sama kuat 1-1.

Pertandingan lantas dilanjutkan dengan penalty shoot-out untuk menentukan juara grup. Hal itu ditempuh karena kedua kesebelasan memiliki poin dan produktivitas gol yang sama.

Hasilnya, dua ‘algojo’ Paroman gagal menuntaskan misi yang diemban. Skor 1-3 untuk keunggulan Kepeypey. (PN)

Baca Juga:  Ridho Pratama, Gelandang Yang Rajin
Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker