Berita

Amanda, Bakat Sepak Bola Wanita Dari ‘Kota Amoy’ Singkawang

anakbola.net –  Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang menarik dijelajahi. Selain dipenuhi destinasi wisata dengan panorama alam yang indah, kota yang dikenal dengan julukan ‘Kota Amoy’ atau ‘Hong Kong van Borneo’ itu rupanya menyimpan banyak potensi sepak bola wanita andal. Salah satu diantaranya ialah Amanda, pemain Tarakan FC Putri Singkawang yang sempat memperkuat tim sepak bola Prapon Kalimantan Barat tahun 2019 lalu.

Tidak hanya memiliki paras nan rupawan, perempuan kelahiran 27 tahum silam ini juga piawai mengolah ‘si kulit bundar‘.

Berlatih sepak bola sejak dibangku sekolah dasar, Amanda atau akrab dengan panggilan Mendoot merupakan striker yang memiliki kecepatan tinggi. Mengandalkan speed-nya saat beraksi di lapangan membuat Mendoot dengan mudah melepaskan diri dari kawalan pemain bertahan lawan. Tak ayal, dengan kecepatannya menyongsong dan menggiring bola, ditambah kemampuan menguasai bola, Mendoot menjadi mesin gol andalan timnya.

Sederet prestasi telah ditorehkan Amanda selama menggeluti cabang olahraga yang populer di dunia. Pada tahun 2018 ia dinobatkan sebagai top skor di ajang Demokrat Cup. Lantas bersama timnya Mendoot sukses menjuarai Sebagu Open Tournament, kemudian juara 1 Gawai Dayak Cup I. Pemain yang mengidolakan Alex Morgan, pemain Timnas Wanita Amerika Serikat ini juga berhasil menghantarkan klub yang dibelanya menjadi kampiun Batu Bedinding Cup. Serta merengkuh runner up, masing-masing saat mengikuti Kuba Open Tournament, Demokrat Cup, dan Sungai Pinang Cup.

Amanda dan rekan setimnya.

Pernah bermain sebagai gelandang dan di sektor sayap (left wing & right wing), Amanda adalah tipikal penyerang dengan naluri tinggi dalam mencetak gol. Namun sebagian besar gol yang dibuat masih bertumpu pada kedua belah kakinya. Agar kemampuannya sebagai predator di depan gawang lawan menjadi paripurna, Amanda perlu motivasi dan latihan agar bisa menyundul bola (heading) dengan kuat dan akurat. Apalagi masih terpatri asa di dalam dirinya untuk bisa menembus Timnas Putri Indonesia.

Baca Juga:  Sindangjawa FC Menang Besar 5-2 Kontra Termuda FC, Pemain Hepi

Kepada anakbola.net, pesepakbola yang hobi pula bermain futsal ini mengisahkan pengalaman paling berkesan dalam karirnya di dunia sepak bola, tatkala bisa membela Kalimantan Barat pada Pra Pon yang digelar di Yogyakarta setahun lalu.

“Pertandingan yang berkesan itu pas ikut tim Pra PON Kalbar berlaha di Yogyakarta. Ketika itu Kalbar berada satu grup bersama tuan rumah Yogyakarta dan Jawa Barat. Kedua tim tersebut diperkuat materi pemain Liga 1 Putri dan pemain Timnas. Namun Kalbar bisa menduduki runner up grup”, tutur Amanda.

Bagi Amanda keuntungan menjadi pemain sepak bola amatir atau ‘tarkam’ antara lain, bisa menjalin pertemanan dengan banyak orang, teristimewa dari sesama pesepakbola. Akan tetapi adapula kekurangannya, yakni sulit terpantau oleh pencari bakat dari klub-klub sepak bola profesional atau pelatih dari federasi sepak bola di tanah air. Sehingga sulit bagi pemain amatir seperti Mendoot menjadi pemain profesional.

Amanda, striker Tarakan FC Putri Singkawang.

Kendati belum bisa menapaki ke jenjang yang lebih tinggi, Amanda beruntung memiliki kedua orang tua yang senantiasa mendukung jalan hidupnya, termasuk berkarir sebagai pemain sepak bola amatir.

Atas pencapaiannya sampai dengan saat ini, dirinya mengapresiasi peran pelatihnya yang selalu mensupport Manda dan rekan-rekan pemain putri di Kota Singkawang. Meskipun turnamen sepak bola wanita belum semarak di kota-kota lain, penggawa Tarakan FC Putri ini bersyukur dengan keberadaan klubnya itu. Yangmana atas kehadiran Tarakan FC Putri bisa menjadi daya tarik wanita-wanita di Singkawang untuk bergabung bermain bola, sehingga sepak bola di daerah ini bisa berkembang.

“Karena sepak bola bukan cuma olahraga untuk pria, wanita juga bisa”, bebernya dengan tawa sumringah. (RED)

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button