Berita

Cerita Perjuangan Pemain Sepak Bola Melawan Virus Corona (2-Habis)

anakbola.net – Seperti diketahui sebelumnya, anakbola.net telah mengangkat kisah dari pemain sepak bola asal klub Tegal Parang Youth Club (TYC FC) Jakarta, Mubarok Khalid melalui isolasi mandiri setelah dinyatakan terpapar virus Corona (COVID-19).

Di artikel kali ini, Khalid membagikan pengalamannya tentang protokol kesehatan atau langkah-langkah apa saja yang diterapkan paska dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Hal pertama yang dilakukan Khalid ialah membersihkan seluruh ruangan di rumahnya, terutama tempat tidur dan dapur, tempat yang sering dikunjunginya.

“Saya bahkan menyemprot seluruh bagian di rumah saya dengan cairan disinfektan,” ungkap Khalid.

Lantas ia menyuci hingga bersih semua perlengkapan makan yang digunakan selama masa karantina.

Mubarok Khalid, pemain sepak bola dari klub TYC.

Berpisah dengan keluarga selama pemulihan dari infeksi virus Corona, tentu menumbuhkan rasa rindu. Tentu perasaan yang demikian lumrah saja. Namun, rindu yang menggebu tak membuat Khalid segera bertemu dengan buah hati dan sang istri. Dia menyarankan kepada pasien COVID-19 untuk menunda 1-2 hari lagi paska hasil tes Swab PCR menyatakam yang bersangkutan telah negatif. Demi meyakinkan bahwa pasien sudah betul-betul sehat dan bersih dari virus Corona, sehingga siap kembali berkumpul dengan keluarga tercinta.

“Tapi kalau kalian ada rejeki, bisa juga tuh menginap di hotel untuk ganti suasana istirahat atau sekedar jalan-jalan keliling kota,” saran Khalid.

Selanjutnya beri kabar kepada kerabat, sahabat dan kolega bahwa kita telah dinyatakan negatif dari COVID-19 dan dalam keadaan sehat. Sehingga tidak ada ketakutan pada diri mereka untuk berjumpa dengan kita.

Khalid pun menghimbau kepada pasien yang sembuh (penyintas) dari COVID-19, seperti yang dilakukannya untuk mendonorkan plasma darah konvalesen ke PMI. Donor plasma darah tersebut bisa dilakukan 10-14 hari paska dinyatakan negatif. Pastikan pula bahwa tidak lagi ada gejala COVID-19 seperti deman, batuk, dan sesak nafas.

Baca Juga:  Kasus COVID-19 Meningkat, Pekan Ke-7 Liga 1 SPL Ditunda

Adapun syarat-syarat lainnya, pendonor berusia antara umur 18 hingga 60 tahun dengan berat badan minimal 55 kilogram. Bagi pendonor perempuan, hanya diperbolehkan bagi yang belum pernah hamil. Terakhir, syarat yang harus dipenuhi bagi penyintas yang ingin mendonorkan plasma darah konvalesen COVID-19 tidak memiliki riwayat penyakit berat, seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis dan darah tinggi tidak terkontrol). (WWN)

 

 

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button