Serba Serbi

Di Tangan Rakyat Sepak Bola (Bisa) Jadi Industri Olahraga

AnakBola – Pertengahan Juli tahun 2019 saya sempat memenuhi undangan dari eks pemain Liga Indonesia buat menyaksikan sekaligus meliput kompetisi sepak bola ‘Liga Kocok’ di sudut Kota Depok. Istilah Liga Kocok digunakan karena anggota kesebelasan ditentukan berdasarkan undian.

Tatkala khusyuk menikmati pertandingan yang tersaji, namun ada yang mengusik pandang di luar lapangan. Meski sepintas mengulik momen tersebut, namun kekaguman tak bisa diabaikan. Bahwa di tangan rakyat sepak bola bisa jadi industri olahraga. Mengapa demikian?

Pertama, sepak bola begitu terasa sebagai wahana hiburan bagi rakyat. Apalagi di kala kebosanan melanda karena terlalu lama #dirumahaja demi memutus mata rantai virus Corona.

Kedua, sepak bola sebagai sport industry (industri olahraga) tampak jelas wujudnya. Mulai dari Master Of Ceremony dan Komentator yang beroleh honor. Lantas operator liga kocok (panitia pelaksana). Tidak ketinggalan jasa sound system, sewa kostum, cuci jersey, sablon kostum, dokumentasi (sport photography), tentunya ada juga upah buat wasit.

Profesi sport photography bagian penting dalam industri olahraga sepak bola. (Foto: Nawir Samir)

Di samping itu melalui corong MC secara periodik selalu mengabarkan pihak-pihak yg menjadi sponsor (ad lips), mulai dari warung kelontong, warung makan, laundry, hingga tokoh-tokoh masyarakat dan enterpreuner lokal yg cinta bola. Pendanaan juga digalang melalui penjualan kupon kepada penonton (tidak wajib alias bisa juga nonton tanpa berbayar) dengan iming-iming doorprize bersyarat. Hadiah undian diantaranya berupa minyak goreng, piring kaca, T-Shirt Liga Kocok, dan lain sebagainya.

Catatan (dari) Pinggir Lapangan
B. Satria, Pemred anakbola.net

Baca Juga:  Apa Kata Mereka #4: Mampu Bangun Komunikasi, Ricky Yacob Penuhi Kriteria Jadi Sekjen PSSI
Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button