Sejarah/Profil

Mengenal Sosok Johannes Mastenbroek, Arsitek Hindia Belanda di Piala Dunia

anakbola.net – Hampir setiap periode kepengurusan PSSI silih berganti, selalu saja terselip harapan dari masyarakat pecinta sepakbola tanah air agar ada perbaikan dalam dunia sepakbola Indonesia. Tentu banyak yang mengkritisi carut marutnya persepakbolaan Indonesia, layaknya sebuah lagu yang diputar tanpa akhir.

Lumrah ketika masyarakat pencinta sepakbola tanah air, menetapkan prestasi sebagai ukuran berjalannya perbaikan di tubuh PSSI. Mengingat hingga kini mimpi menyaksikan timnas Indonesia bermain di FIFA world Cup, bagaikan punguk merindukan bulan, pun untuk level AFF saja, kita sulit sekali meraih tropi nya.

Namun, jika menilik sejarah, Hindia Belanda yang lolos ke Piala Dunia 1938 di Prancis. Kendati banyak pihak memperdebatkan prestasi ini, secara resmi FIFA telah mengakui bahwa keikutsertaan Hindia Belanda itu dicatat sebagai partisipasi Indonesia. Pengakuan dari FIFA ini menjadikan Indonesia adalah negara dari Asia pertama yang bertanding di Piala Dunia.

Kehadiran Hindia Belanda dalam piala Dunia FIFA tahun 1938 di Perancis memang berjalan singkat. Hanya memainkan satu pertandingan dan langsung tersingkir. Kekalahan 6-0 dari Hungaria di babak 16 besar, langsung menghentikan langkah Hindia Belanda dalam pesta sepakbola dunia.

Kala itu, Johannes Mastenbroek merupakan pelatih yang mengasuh Achmad Nawir Cs. Meski hanya memainkan satu laga dengan menelan kekalahan 0-6 dari Hungaria di putaran pertama, di Stadion Velodorme di kota Reims, Perancis, 5 Juni 1938 (sekarang stadion itu diubah menjadi Stadion Auguste Delaune). Pertandingan ini menarik perhatian banyak penonton yang hadir ke stadion 9.000 orang.

Mastenbroek tercatat sebagai pelatih dari negara Asia pertama yang ikut piala Dunia FIFA. Johannes Christoffel Jan Mastenbroek adalah orang Belanda yang lahir 5 Juli 1902 di Dordrecht. Mastenbroek dibesarkan di Dordrecht, merupakan putra dari Klaas Mastenbroek, seorang penjahit, dan Ibunya Goverdina Rackwitsz.

Baca Juga:  Berlaga di Turnamen Askot PSSI, Pelita Jaya U12 Optimis Peroleh Hasil Terbaik

Pada tahun 1924 ia menikah dengan Johanna van den Bovenkamp di Hengelo, yang pada waktu itu ia adalah seorang guru sekolah. Johannes Mastenbroek dipercaya oleh pemerintah Belanda sebagai adalah ketua Nederlandsch-Indische Voetbal Unie (Asosiasi sepak bola Hindia Belanda) yang terdaftar secara resmi sebagai anggota FIFA.

Pada masa itu, walaupun Hindia Belanda adalah daerah koloni Belanda dan pemerintahannya di bawah kendali Kerajaan Belanda, namun untuk sepakbola, pemerintah kolonial Belanda memberikan kebebasan pada Hindia Belanda untuk menjadi anggota FIFA. Sehingga, dalam keanggotaan FIFA, Belanda dan Hindia Belanda adalah 2 anggota yang memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Ketika gelaran Piala Dunia FIFA tahun 1938, di Perancis, Hindia Belanda sebagai anggota FIFA diundang menjadi peserta Piala Dunia FIFA, karena Jepang mengundurkan diri dari ikut sertaan karena perang.
Beberapa catatan menulis, bahwa sebenarnya PSSI yang sudah ada saat itu juga berniat mengirimkan timnas ke Piala Dunia FIFA tersebut dengan nama Indonesia. PSSI dengan nama Indonesia, sudah mengikuti kualifikasi Piala Dunia saat itu.

Mengutip dari majalah Doenia film dan sport, Indonesia (PSSI) telah mengikuti kualifikasi pra piala Dunia FIFA tahun 1934. Namun gagal lolos karena kalah bersaing dengan Jepang.

Ketika Jepang mengundurkan diri dari piala Dunia FIFA 1938, maka terjadi perdebatan antara PSSI dengan Nederlandsch-Indische Voetbal Unie (NIVU) yang diketuai oleh Johannes Mastenbroek, siapa yang berhak mewakili Hindia Belanda ke piala Dunia FIFA menggantikan Jepang.

Namun diam-diam NIVU, memberangkatkan timnas yang di latih oleh Johannes Mastenbroek melalui pelabuhan tanjung priok dengan menggunakan kapal MS Johan Van Oldenbarnevelt pada tanggal 18 maret 1938 (sebagian laporan mengatakan tanggal 18 April) Sehingga, Hindia Belanda diwakili oleh anak asuh Johannes Mastenbroek dari NIVU bukan PSSI.

Baca Juga:  Presiden Persebaya Menyatakan Ketidaksetujuannya PSSI Lanjutkan Liga 1
Achmad Nawir (kiri, kapten Hindia Belanda)
Foto: https://www.bbc.com/

Ada juga analisa bahwa pemerintah kolonial Belanda memang tidak senang dengan PSSI, karena PSSI lahir sebagai alat perjuangan kemerdekaan Indonesia. Wallahualam.

Sebagai Ketua ketua Nederlandsch-Indische Voetbal Unie (Asosiasi sepak bola Hindia Belanda), Johannes Mastenbroek, langsung menjadi pelatih timnas Hindia Belanda pada Piala Dunia FIFA tahun 1938 tersebut.
Johannes Mastenbroek, melatih timnas Hindia Belanda sejak tahun 9134. Selesai gelaran Piala Dunia FIFA tahun 1938, Johannes Mastenbroek pun meletakkan jabatannya sebagai pelatih Hindia Belanda.

Selain sebagai pelatih sepakbola Hindia Belanda, Johannes Mastenbroek juga menjabat sebagai wakil presiden Komite Olimpiade Hindia Belanda.

Selama 4 tahun (1934-1938) menjadi pelatih timnas Hindia Belanda (NIVU), berhasil membawa timnya menjadi runner-up Far Eastern Games tahun 1934. Selain ikut kualifikasi dan Piala Dunia FIFA 1938 tidak ada lagi prestasi yang ditorehkan oleh Johannes Mastenbroek.

Pada tanggal 23 Mei 1978, Johannes Mastenbroek meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Walaupun partisipasi Hindia Belanda berlangsung singkat di Piala Dunia FIFA tahun 1938, namun Johannes Mastenbroek sukses mengharumkan nama Hindia Belanda pada saat itu.

Penampilan tim Hindia Belanda dengan lini depan yang brilian mendapatkan pujian media-media Perancis yang meliput Piala Dunia FIFA saat itu. Misalnya L’Equipe, 6 Juni 1938, menulis, “gaya menggiring bola pemain depan tim Hindia Belanda sungguh brilian, sayangnya pertahanan sangat amburadul karena tidak adanya penjagaan yang ketat” Tulis pemberitaan L’Equipe pada saat itu.

Apalagi, mayoritas pemain yang dibawa oleh Johannes Mastenbroek juga berasal dari Maluku dan keturunan Thionghoa. Hanya ada 2 pemain keturunan Belanda, Gerrit Faulhaber yang lahir di Cirebon dan gelandang kreatif G. Van Den Burgh.

Tak heran, ketika itu, tim Hindia Belanda di juluki “kurcaci” karena postur tubuh pemain rata-rata tinggi 160 CM, dengan berat badan 70kg. Walikota Reims menyebut 22 pemain Timnas Hungaria dikerubuti oleh 11 kurcaci yang lincah, sebagaimana di tulis oleh BBC.

Baca Juga:  Liga Tarkam Cipta Taruna Cup: Ciber FC Didepak Dupintus FC

Berikut skuad timnas Hindia Belanda atau Indonesia pada Piala Dunia 1938 beserta klub asalnya:
Pelatih: Johannes Mastenbroek (Belanda)

Kiper: Tan “Bing” Mo Heng (HCTNH Malang), Jack Samuels (Hercules Batavia)

Belakang: Dorst, J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS Soerabaja), Frans G. Hu Kon (Sparta Bandung), Teilherber (Djocoja Djogjakarta)

Tengah: G.H.V.L. Faulhaber (Djocoja Djogjakarta), Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Anwar Sutan (VIOS Batavia), G. van den Burgh (SVV Semarang)

Depan: Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Isaac “Tjaak” Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), Suvarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV Jong Ambon Tjimahi), R. Telwe (HBS Soerabaja), Herman Zomers (Hercules Batavia). (MM)

Tampilkan Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker