Berita

Pernah Membela Belanda, Bek Fiorentina Kevin Diks Tidak Bisa Bermain untuk Timnas Indonesia

anakbola.net – Tak sekadar sukses sebagai penyelenggara, melainkan sukses meraih prestasi di ajang Piala Dunia U-20 yang akan dihelat bulan Mei-Juni tahun depan, PSSI mensiasati dengan melaksanakan ‘proyek’ naturalisasi pemain. Salah satu sosok yang sempat dilirik ialah bek Fiorentina Kevin Diks Bakarbessy. Kevin Diks memang pemain Belanda berdarah Maluku.

“Mamaku berasal dari Indonesia. Nama belakangnya Bakarbessy. Opa dan oma saya dari Indonesia. Mereka pergi ke Belanda di usia lima atau enam tahun,” ujar Kevin Diks seperti dilansir Bolasport.com dari Youtube Yussa Nugraha beberapa waktu lalu.

PSSI pun tertarik dan kemudian menelusuri silsilah pemain belakang klub berjuluk La Viola itu, termasuk umurnya saat ini kepada agen sang pemain di Belanda. Hasilnya pemain kelahiran Apeldoorn, Belanda 6 Oktober 1996 ini sudah berusia 23 tahun.

”Usia yang tidak mungkin kita masukkan ke dalam skuad timnas Indonesia di Piala Dunia 2021. Karena kita mencari pemain yang masih berumur 18 dan 19 tahun,” terang Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Penampilan Kevin Diks ketika memperkuat Fiorentina. (Foto: https://www.instagram.com/kevindiks2/)

Selain terganjal usia, Diks tak mungkin bermain untuk Timnas Indonesia lantaran pernah membela Timnas Belanda saat berumur 21 tahun. Merujuk pada bunyi Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA maka seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional.

Dalam ketentuan Statuta FIFA yang mengatur status pemain yang berganti asosiasi menyebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional.

Itu pun masih ditambah dengan syarat, bahwa pemain tersebut tidak pernah bermain di pertandingan resmi Level A bersama asosiasi sebelumnya, termasuk hanya sebagai pengganti. Apabila tercatat pernah bermain untuk negara lain, dia tidak berhak bermain lagi untuk asosiasi barunya.

Baca Juga:  Misi Satu Atap FC Amankan Status Pimpinan Klasemen P-League

Untuk diketahui walau menuai pro dan kontra, PSSI memang tengah getol mencari pemain keturunan Indonesia. Kendati demikian pada periode kepemimpinan Mochamad Iriawan, PSSI lebih menitikberatkan menaturalisasi pemain muda (di bawah umur 20 tahun) agar bisa memperkuat Timnas U-20 di Piala Dunia 2021. (RED)

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker