Berita

Meretas Kepercayaan Diri Lewat Sepak Bola, Boy Melukis Prestasi

anakbola.net – Keterbatasan yang melekat pada diri penyandang disabilitas bukan alasan penghalang untuk mengukir prestasi. Sebaliknya keterbatasan justru menjadi motivasi dalam mewujudkan impian. Dengan spirit tersebut, Shandy Akbar Maulana Firdaus pemuda yang menyandang disabilitas wicara bertekad menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi pemain sepak bola yang berprestasi.

Sejak bergabung dengan klub sepak bola Diponegoro United, Banyuwangi pada tahun 2019 silam, remaja laki-laki yang akrab dengan sapaan Boy merasa keterampilan dan sikap sosial yang dimiliki lebih meningkat.

Shandy ‘Boy’ menyimak materi latihan yang disampaikan pelatih Diponegoro United.

Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan kepercayaan dirinya pun bertumbuh. Menurut pelajar kelas 7 SMPLB (sekolah menengah pertama luar biasa) Banyuwangi ini, hal tersebut berkat motivasi dan dukungan pelatih dan rekan-rekan setimnya. Yangmana selama mengikuti program latihan di Diponegoro United ia merasakan atmosfer yang tidak mendiskriminasikan dirinya yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi.

“Teman-teman di sini (Diponegoro United, red) sangat baik. Mau menerima Boy. Sehingga lebih percaya diri dari sebelum masuk ke sini,” tutur Shandy.

Shandy ‘Boy’ Akbar Maulana Firdaus.

Kepercayaan diri Shandy semakin tumbuh tidak lepas dari kesempatan yang diberikan tim pelatih untuk mengikuti sejumlah pertandingan kompetitif. Lewat kompetisi sepak bola yang dilakoni dirinya kian tertantang untuk melebihi limit atau batasan sendiri. Ini dibuktikan, dengan semangatnya yang luar biasa saat diberi kepercayaan untuk tampil bertanding.

Wajar saja jika Shandy punya motivasi seperti itu. “Cita-cita saya ingin mencetak prestasi dan menunjukkan bahwa Shandy bisa seperti anak-anak yang lain, walapun ada keterbatasan,” ungkapnya.

OIeh pelatih di klubnya, pemuda yang juga hobi melukis itu kerap dimainkan di posisi wing back kanan. Dengan tinggi 168 cm dan berat badang 48 kg, Shandy merupakan pemain belakang yang lincah dan cukup tangguh.

Baca Juga:  Di Tangan Rakyat Sepak Bola (Bisa) Jadi Industri Olahraga

Meski agak kesulitan dalam berkomunikasi, namun pemain kelahiran 24 April 2006 ini begitu akrab dengan teman-temannya. Sehingga bisa membantu dalam membangun chemistry dan koordinasi saat di lapangan.

Teruslah berlatih Boy, agar dapat melukis prestasi di lapangan sepak bola. (RED)

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker