Serba Serbi

Makanan Sehat Ala Atlet Cilik #1: Ragam Nutrisi yang Cocok

anakbola.net – Semua anak perlu mengkonsumsi makanan seimbang dan memiliki takaran makanan yang sesuai aturan khusus untuk alasan kesehatan.

Lantas karena alasan tersebut haruskah keseimbangan itu berubah bagi anak-anak yang bermain di tim olahraga atau berolahraga?

Dalam hal ini, menurut Mary L. Gavin, MD anak-anak perlu makan dalam porsi yang tepat, beserta makanan tambahan guna mendukung tingkat aktifitas yang lebih tinggi.

Bahan campuran atau makanan tambahan yang dimaksud mungkin tidak terlalu berbeda dari diet sehat normal. Makan untuk anak yang berolahraga harus menjadi perpanjangan dari makan sehat seperti dikonsumsi sehari-hari.

Kebutuhan Nutrisi Atlet Muda
Anak-anak yang makan makanan sehat dan seimbang serta makanan ringan akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tampil baik dalam olahraga. Panduan makanan yang diformulakan oleh MyPlate bisa menjadi pedoman dalam memilih jenis makanan dan minuman apa saja yang termasuk dalam makanan dan camilan yang cocok bagi atlet usia belia dan remaja.

Namun, atlet cilik akan memiliki kebutuhan energi dan cairan yang lebih tinggi. Pada umumnya anak-anak dan remaja yang terlibat dalam kompetisi sepanjang hari atau olahraga yang membutuhkan daya tahan yang tinggi (seperti mendayung, lari lintas alam, atau berenang kompetitif) yang dapat melibatkan 1½ hingga 2 jam atau lebih aktivitas pada suatu waktu, khususnya, mungkin perlu mengkonsumsi lebih banyak makanan untuk mengimbangi meningkatnya permintaan energi.

Secara alami kebanyakan atlet, termasuk atlet cilik akan makan makanan dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh mereka. Tetapi jika dikhawatirkan sang atlet cilik mendapatkan terlalu banyak atau terlalu sedikit makanan, orang tua dapat menghubungi dokter untuk memastikan jumlah asupan makan yang sesuai.

Selain mendapatkan jumlah kalori yang tepat, dibutuhkan berbagai nutrisi untuk membuat atlet cilik tetap bisa beraktifitas sebaik mungkin, seperti:

Baca Juga:  Patuhi Instruksi Pelatih Timnas U-19, Sutan Zico Jaga Asupan Makanan

Pertama, Vitamin dan mineral. Anak-anak membutuhkan beragam vitamin dan mineral. Kalsium dan zat besi adalah dua mineral penting bagi atlet:

  • Kalsium bisa membantu membangun tulang yang kuat. Seperti untuk menahan patah dan stres patah tulang. Makanan kaya kalsium termasuk produk susu rendah lemak seperti susu, yogurt, dan keju, serta sayuran hijau seperti brokoli, sangat dianjurkan.
  • Zat besi berfungsi untuk membantu membawa oksigen ke semua bagian tubuh. Kandungan kaya zat besi dapat diperoleh dari daging tanpa lemak, ayam, tuna, salmon, telur, buah-buahan kering, sayuran hijau berdaun, dan biji-bijian utuh.

Kemudian yang kedua adalah Protein. Protein membantu membangun dan memperbaiki otot, dan sebagian besar anak mendapatkan banyak melalui diet seimbang. Makanan kaya protein diantaranya ikan, daging tanpa lemak dan unggas, produk susu, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Terlalu banyak protein dapat menyebabkan dehidrasi dan kehilangan kalsium.

Foto: https://hellosehat.com/

 

Ketiga adalah asupan karbohidrat. Karbohidrat memberikan energi bagi tubuh. Beberapa rencana diet telah mendesak orang dewasa yang sadar berat badan untuk menghindari karbohidrat, tetapi tidak demikian dengan seorang atlet cilik. Bagi mereka karbohidrat justeru merupakan sumber bahan bakar yang penting.

Tidak perlu “pemuatan karbohidrat” (makan banyak karbohidrat sebelum pertandingan besar), tetapi tanpa karbohidrat dalam diet mereka, anak-anak akan kehabisan daya tahannya. Saat Anda memilih karbohidrat, cari makanan yang terbuat dari bahan dasar gandum. Contoh makanan seperti itu, antara lain pasta gandum, roti gandum dan sereal. Selain itu beras merah juga bisa menjadi alternatif. Tentu harus dibarengi dengan banyak memakan buah dan sayuran. (MM/BSD)

Sumber: KidsHealth

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker