Serba Serbi

Meniti Mimpi Menjadi Pesepak Bola Profesional (Bagian ke-1)

Menjadi pemain olahraga profesional adalah dambaan jutaan manusia di dunia. Beberapa olahraga belakangan menjadi olahraga yang dapat menjadi sandaran hidup atlet yang menekuninya karena sponsor mulai berminat untuk masuk ke dalam dunia pengelolaannya. Beberapa olahraga itu diantaranya belum muncul atau berkembang di Indonesia seperti Frisbee, Rugby, Lacrosse, Surfing. Sedangkan futsal dan e-sport adalah olahraga populer baru yang berkembang menjadi olahraga profesional di Indonesia.

Bagaimana dengan sepakbola?
Sepakbola adalah salah satu olahraga yang sudah lama mentasbihkan dirinya menjadi olahraga profesional, dimana para pemain khususnya mendapatkan penghasilan dengan bermain untuk sebuah klub. Di Indonesia sendiri baru tahun 1978 PSSI liga sepakbola profesional mulai dibentuk bagi klub profesional yang di sahkan oleh PSSI. Kompetisi yang diberi nama Galatama ini resmi dimulai pada Maret 1979.

Menurut dokumen terbaru FIFA yang dikeluarkan pada Januari 2024, FIFA Professional Football Report 2023, jumlah klub professional di Indonesia adalah 46 klub dan pemain professional adalah 1.464 orang. Diantara jumlah tersebut, 12% diantaranya atau sejumlah 175 orang adalah pemain asing.

Penulis mencoba mencari data tentang jumlah pemain (termasuk pemain amatir ) di Indonesia, namun data terbaru belum ditemukan. Menilik liputan dari Antara News pada Januari 2017, Ketua Umum PSSI pada waktu itu Eddy Rahmayadi menyebutkan bahwa hanya 67.000 orang pemain sepakbola dari total penduduk 250 juta orang. Beliau berharap di akhir 2017 menjadi 250.000 orang dan terus berkembang mencapai 2.5 juta pada 2020. Hal ini cukup membingungkan, dimana terdapat dokumen survey Big Count FIFA 2006 dari situs DocPlayer.net yang menyebutkan bahwa hingga tahun tersebut total warga Indonesia yang bermain sepakbola, adalah 7.094.000 orang. Angka tersebut meletakkan Indonesia pada urutan ke-7 dari seluruh anggota FIFA pada waktu itu yaitu 207 negara anggota. Namun kemungkinan angka tersebut adalah dari usia muda hingga dewasa, amatir maupun profesional. Hanya berselang 10 tahun dari 2006, jumlah masyarakat yang berolahraga sepakbola menyusut hingga jutaan pada 2016 akhir.

Mari kita kesampingkan kesimpangsiuran data di atas, dan kita mencoba menggunakan data dari Ketum PSSI pada 2017, yaitu 67.000 orang . Kita anggap angka tersebut adalah gabungan antara pemain amatir dan profesional dari usia umum “produktif” yaitu 18 th – 30 thn. JIka Ketum PSSI menargetkan kenaikan partisipasi hingga angka 250.000 orang pada akhir tahun 2017, maka kita cukup mengambil 10% dari 67.000 yang artinya naik 6700 orang/tahun.  Lalu dengan angka yang sama akan kita teruskan hingga akhir 2023 yang total penambahan menjadi 46.900 orang, sehingga akan berjumlah 113.900 orang pada akhir 2023.

Baca Juga:  Cegah Terjangkit Virus Corona, Lakukan Ini!

Probalilitas
Kesempatan untuk bersaing menjadi pemain professional, akan dapat diketahui dengan melihat data yang cukup bervariasi. Dari data FIFA pada 2023 di atas tentang jumlah klub professional di Indonesia adalah 46 klub, mari kita anggap dalam satu klub mempunyai 30 pesepakbola. Selanjutnya jumlah total pemain pro adalah 30 x 46 = 1.380 orang (dibawah jumlah data FIFA 1.464 orang). JIka kita mengesampingkan keberadaan pemian asing maka probabilitas nya adalah 1.380 : 113.900, atau 1.21% tingkat keberhasilan dan berarti juga bahwa 1 “pekerjaan sebagai pemian pro” akan diperebutkan oleh sekitar 82 pelamar (calon pemain pro).
Tentunya perhitungan di atas hanya gambaran kasar saja, mengingat saat ini ada pemain yang dikontrak di atas 1 musim, yang mengakibatkan klub tidak membutuhkan 30 pemian di setiap musimnya. Sedangkan ribuan atlet baru muncul untuk mengadu nasib melamar di klub, dan juga faktor pemain asing.

Persaingan yang ketat
Bagi sebagian orang,bersaing dengan 81 orang adalah tampak mudah jika dibandingkan melihat lowongan CPNS atau atau lowongan pekerjaan lain yang formasi hanya sedikit diperebutkan ratusan bahkan ribuan orang. Pada bidang lain, umumnya terfokus pada hal administrasi dan test tertulis, meskipun tertulis tersebut terdapat beberapa test.

Sedangkan pada sepakbola, banyak hal yang mempengaruhi , sehingga riwayat “prestasi mu” belum menjamin atau keterampilan yang bagus belum menjamin . Banyak cerita yang penulis dengar secara langsung tentang seleksi pemain,salah satunya misalnya jika ada 82 atlet sedang seleksi untuk memperebutkan 1 posisi pada hari Senin, dan diciutkan menjadi 40 pada seleksi kedua dihari Selasa, maka masih bisa jumlah atlet di Selasa itu belm final. BIsa dimungkinkan menjadi 42, dengan 2 orang tambahan atlet seleksi baru meski tenggat pendaftaran telah ditutup. Semua bisa terjadi, dan percuma bagi kita bertanya sebab musababnya yang malah akan menggangu konsentrasi dalam proses seleksi.

Jumlah klub pro hanya puluhan, jumlah calon pemain pro ribuan
Kita tidak sedang membahas mengapa jumlah klub profesional di Indonesia tidak kunjung bertambah banyak. Banyak faktor yang mempengaruhinya.
Dengan jumlah klub professional yang tidak juga kunjung bertambah secara signifikan, maka pemain yang terserap ke dalam klub juga sedikit.

Baca Juga:  Tak Banyak yang Tahu, Ini Manfaat Minum Jeruk Lemon Hangat


Pemain asing yg masuk, mengapa kita tdk keluar
JIka pada data FIFA tahun 2023 menyebutkan bahwa terdapat 175 orang pemain asing yang merumput di Indonesia, adakah anda tahu berapa jumlah atlet sepakbola Indonesia merumput di luar negeri? Saya tidak tahu persis jumlahnya, namun saya meyakini tidak lebih dari 100 orang. Kita ambil angka 100 pun misalnya, tentunya angka tersebut juga hanya memberikan dampak kecil melihat total pemain yang bersaing mendapatkan klub profesional dalam negeri adalah 113.900 orang. Pertanyaan yang mesti kita munculkan adalah mengapa hanya sedikit pemain yang “laku” bermain di klub liga luar negeri?


Mempersiapkan diri
Melihat persaingan yang ketat yang dikarenakan klub profesional dalam negeri yang masih sedikit dan standar berkarir di liga luar negeri yang tinggi, maka perlu kiranya para pemain sepakbola, terkhusus pemain remaja mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memperkuat landasan menjadi pemain profesional. Hal ini juga disampaikan pada Filanesia (2017) bahwa pada usia 13 tahun sudah mulai berlatih 11 vs 11 dan berada pada tahap transisi ke level pengembangan permainan.


Oleh karena itu hal-hal dibawah ini perlu diperhatikan untuk dilakukan pada usia 13-17 tahun :

 Punya niat untuk maju
Tidak ada keberhasilan tanpa usaha dan pengorbanan. PIndah ke klub atau akademi yang lebih baik, adalah salah satu upaya untuk membantu atlet menaikkan level pengembangan karir.

Tentukan tujuan
Goal setting atau penetapan tujuan adalah langkah awal dari tujuan akhir (pemain profesional). Kenali kekuranganmu dan perbaiki satu persatu. Dengan fokus perbaikan satu persatu, akan mempermudah dalam evaluasi diri.

Menjaga kebugaran tubuh dengan baik
Kemampuan dan keterampilan dalam bersepakbola adalah sesuatu yang penting, tetapi mempunyai stamina yang mampu produktif secara konsisten di lapangan adalah tergantung bagaimana atlet berperilaku di luar lapangan. Lakukan program strength & conditioning yang tepat untuk dapat menghasilkan tubuh dan pikiran yang sehat untuk menunjang kinerja olahragamu.

Berlatih dan berlatih.
Banyak contoh bintang sepakbola dan olahraga lainnya menjadi sukses adalah dengan menambah waktu latihan dan melakukan improvisasi secara konsisten.

Tetap termotivasi  
Terus termotivasi untuk bisa terus menjaga passion ( gairah ) dan kenikmatan berlatih. Tetap terhubung dgn sesuatu yang membuat kamu menyukai sepakbola, dengan melihat pertandingan di tv, pergi ke stadion, atau acara khusus sepakbola lainnya seperti coaching clinic, edekasi online dan lain-lain.

Baca Juga:  Shin Tae-yong 'Haramkan' Pemain Timnas Indonesia Makan Gorengan

Membangun kepercayaan diri
Untuk melawan tekanan dalam level pro, kepercayaan diri adalah sangat diperlukan untuk mengeksesuki kemampuan dan keputusan penting di dalam pertandingan. Belajarlah kepada staf psikolog klub untuk membantu kalian meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan mental.

Rekam latihan atau rekam pertandingan
Tingkatkan kemampuanmu dengan mencontoh permainan idola di tv, atau dengan melihat sumber video lain di media online seperti youtube, IG, FBl dan semacamnya. Praktekkan kemampuan saat latihan atau di pertandingan, rekam dan evaluasi

Lakukan pemulihan diri dengan lebih baik
Mengonsumsi asupan bergizi dan pola tidur yang baik akan memudahkan atlet dalam kembali bugar di aktiifitas fisik selanjutnya. Pemulihan yang baik akan memperbaiki otot lebih cepat dan memastikan tidak menderita karena kelelahan. Pemuihan mental juga termasuk dalam hal ini.

Belajar tentang permainan
Meningkatkan kemampuan keilmuan tentang taktikal, tidak hanya untuk posisi pribadi namun juga taktikal secara tim. Hal ini untuk bisa memahami situasi dalam pertandingan. Belajar banyak dari rekaman atau siaran tv untuk belajar menganalisa pertandingan atau keterampilan pemain. Pelatiih, pencari bakat dan agen pemain akan juga melihat kecerdasan pemain, selain kemampuan dan fisik.

Kenakan peralatan olahraga yang terbaik untuk dirimu
Bagi pemain sepakbola, sepatu adalah prioritas utama. Setiap merek mempunyai kualitasnya masing-masing. Pilih dan gunakan yang sesuai dengan kondisi dan nyaman pada kakimu. Kualitas yang terbaik, namun tidak nyaman dikenakan malah akan membuat cidera dan mengganggu aktifitas olahraga.

Ikuti ujicoba/trial
Ujicoba sering memberikan kesempatan yang sedikit. Tidak perlu merasa tertekan dan melakukan terlalu keras. Nikmati suasana nya, jaga mental mu tetap positif dan tenang supaya bisa muncul kemampuan terbaikmu. Mainkan pertandingannya, bukan kesempatannya. Karena kesalahan kecil, akan menghilangkan latihan persiapan mu berbulan bulan.

Sabar
Sabar adalah bagian penting dari proses menjadi pemain pro dan ini harus disadari sepenuhnya. Kelak kalian akan dihadapkan dengan pembelajaran tentang kesalahan atau kegagalan , hanya yang terbaik yang akan bertahan dan kembali berusaha lebih keras.

Solo, 19 Mei 2024

 

 

 

 

 

 

 

GS.Nugroho
Founder Xepacbola
Pegiat Edukasi dan Konsultan Pengembangan Sepakbola
Penulis buku Football Parenting

 

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button