Berita

Dukungan Orang Tua Modal Luthfiyah Afifah Khoirunnisah Gapai Mimpi Jadi Pesepakbola

anakbola.net – Mendapat dukungan dari kedua orang tuanya, menjadi semangat bagi Luthfiyah Afifah Khoirunnisah untuk menggapai prestasi di cabang olah raga sepak bola. Dengan modal tersebut, striker SSB Gemplada Putri Palembang itu tumbuh menjadi pemain yang lumayan bersinar di timnya. Permainannya yang ciamik membuatnya pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik (best player) di beberapa pertandingan kompetitif yang diikuti.

“Motivasi menjadi pesepakbola diantaranya ingin menjadi seperti pemain idola saya yang sukses dalam karirnya. Selain itu hendak membanggakan kedua orang tua saya dan para pelatih,” tutur Luthfiyah.

“Seperti teman-teman lainnya, saya juga bermimpi bisa tampil membela SSB Gemplada di ajang nasional,” lanjutnya.

Gadis kelahiran 31 Januari 2007 silam ini tergolong pemain serba bisa, tak hanya diandalkan sebagai juru gedor, oleh pelatihnya ia juga biasa dipasang sebagai winger dan gelandang. Tak hanya memiliki skill bermain yang baik, Luthfiyah merupakan pemain yang memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan. Dengan kemampuan komunikasinya, Luthfiyah mampu memotivasi rekan-rekan setimnya. Pemain yang mengidolakan Cristiano Ronaldo itu pun dikenal rendah hati dan selalu menghargai teman sebayanya.

Walau baru menekuni sepak bola sejak pertengahan September 2020, Luthfiyah termasuk pemain berkemauan keras dalam berlatih. Oleh karena itu dirinya perlu motivasi dan latihan teknik dan taktik sepak bola. Oleh pelatihnya, pemain dengan tinggi 147 cm dan berat 39 kg saat ini tengah didorong untuk memiliki postur tubuh yang lebih ideal.

Dalam sepenggal pengalamannya, Luthfiyah Afifah Khoirunnisah mengungkap pertandingan yang paling berkesan saat membela SSB Gemplada, yaitu tatkala tampil di turnamen Sumpah Pemuda Cup 2020 lalu. Meski menelan kekalahan di ajang tersebut, dia bisa merasakan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh timnya.

Baca Juga:  Kalahkan Apollo FC, Bhirawa FC Lolos ke Babak 8 Besar Nagasakti Cup 2022

“Walaupun kami kalah, tetapi seluruh pemain berjuang bersama-sama dengan mengerahkan segenap kemampuan. Dan kami puas dengan kerja keras tersebut,” pemain yang punya hobi bermain futsal ini.

Kepada Anakbola, Luthfiyah mengatakan dengan menggeluti sepak bola banyak mengenal dan mendapat teman-teman baru. Termasuk pula yang menambah kebahagiaan ialah semakin banyak orang yang men-support permainannya. Menurut pelajar salah satu SMP di kota Palembang ini, sepak bola dapat membangun solidaritas antar sesama, khususnya di antara para pemain, pelatih, ofisial dan keluarga pemain atau siswa SSB.

Seiring dengan kisah manis, sudah barang tentu Luthfiyah Afifah Khoirunnisah pernah merasakan duka sebagai pemain sepak bola belia.

“Dukanya itu ketika kalah dalam bertanding. Hal itu membuat saya menyesal karena tidak bisa membawa kemenangan bagi tim,” pungkasnya. (RED)

 

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker