Berita

Bermain Efektif, Pelita Jaya Pastikan Tempat di Babak 8 Besar IJL

Anakbola.net Pelita Jaya Soccer School berhasil memantapkan posisinya di 8 besar fase playoff Indonesia Junior League U-13 pada Sabtu (29/5). Bertemu dengan Garuda Junior sebagai tim yang diunggulkan dalam pertandingan ini, PJSS memperlihatkan permainan dengan pressing dan permainan cepat dari kaki ke kaki.

PJSS dari menit awal sudah dapat mendominasi lapangan tengah. Keeper Garuda Junior tampil dengan baik sehingga dua peluang emas yang diperoleh Pelita Jaya belum  membuahkan goal. Sekitar menit ke-10, Danu sebagai palang pintu Pelita Jaya mendapat cidera gangguan pergelangan tangan dan harus ditarik keluar lebih cepat.

Sessar yang kemudian mengisi posisi Danu dapat menjalankan perannya dengan sangat baik. Kolaborasi empat pertahanan PJSS dengan melakukan jebakan offside, membuat Tim Garuda Junior sedikit Frustasi.

Menuju  sepuluh menit terakhir, Garuda Junior mampu lepas dari tekanan anak-anak Sawangan.  Beberapa peluang  tercipta, namun hasil 0-0 belum berubah sampai akhir babak pertama.

Pemain Garuda Junior berusaha menghentikan pergerakan pemain Pelita Jaya. (anakbola.net/Anthon)

Memasuki babak ke dua, inisiatif Garuda Junior untuk menekan Pelita Jaya sangat efektif. Garuda Junior sebagai Tim yang belum pernah merasakan kekalahan di fase penyisihan, memainkan tempo cepat dan selalu menekan gawang Pelita Jaya yang dijaga oleh keeper Pasca. Kembali lagi jebakan offside-lah yang membuat tim Pelita Jaya masih mampu menahan gempuran Garuda Junior.

Sepanjang pertandingan yang berlangsung 2×25 menit, kedudukan masih sama kuat. Perubahan strategi Coach Armen pada menit ke 35 menarik keeper Pasca digantikan oleh Tegar untuk persiapan adu Pinalti.

Menit ke 40, Pergantian pemain dari Pelita Jaya, Yoga masuk menggantikan Ahmad. Terlihat Armen Bakir mulai akan meningkatkan serangan, sehingga Pelita Jaya menerapkan pola 4-3-1-2. Thurfa yang menjadi andalan striker bersama Akmal, ditarik agak sedikit kebawah untuk menjadi kreator serangan. Strategi jitu yang membuahkan hasil.

Baca Juga:  Masih Tajam! Tombak FC Hadang TKP di Sujiwo Cup II 2022

Crossing Akmal dari sebelah kiri masih mampu dihalau keeper Garuda Junior, namun Yoga berdiri bebas langsung menyambut Bola dengan tendangan menusuk ke atas kanan gawang Garuda Junior pada menit ke-43. Skor berubah 1-0 untuk Pelita Jaya. Masih ada sisa 7 menit, Coach Nando dari Garuda Junior, langsung mengganti beberapa pemain untuk menerapkan permainan cepat untuk mengejar ketinggalan.

Tekanan Garuda Junior belum mampu mengubah score. Dari skema serangan balik, Pelita Jaya membangunnya dari kiri ke tengah, Yoga kembali menunjukkan permainan terbaiknya. Mendapatkan umpan dari bawah, melihat  Handaru sedang berada di depan, Yoga memberikan umpan terobosan kedepan. Kecepatan lari Handaru dapat mencuri bola dan melewati pemain belakang Garuda Junior, sehingga berhadapan langsung dengan penjaga gawang.  Sentuhan manis ke sisi kiri bawah keeper membuat nama Handaru sebagai pencetak goal kedua dari Pelita Jaya pada menit ke-47. Score menjadi 2-0 untuk keunggulan tim berjuluk The Young Guns ini.

Pemain Pelita Jaya Soccer School melakukan selebrasi usai mencetak gol. (Foto: anakbola.net/Anthon)

Memimpin sementara atas lawannya, membuat sedikit lengah pertahanan Pelita Jaya. Kondisi ini mampu dimanfaatkan Garuda Junior untuk memperkecil kedudukan lewat ‘mesin gol’, Achmad Ardiansyah di menit 48. Achmad Ardiansyah merupakan Top Skor sementara di IJL lewat Raihan goal sebanyak 13 goal yang sudah dia Buat.

Hingga Wasit meniupkan peluit panjangnya menandakan pertandingan berakhir, kedudukan 2-1 untuk kemenangan Pelita Jaya memastikan tempat di delapan besar.

Saat berbincang dengan Coach Armen Bakir, beliau mengatakan strategi yang digunakan hasil masukan dari Coach Elly Idris sebagai Direktur Tekhnik Pelita Jaya.

“Jangan kasih lawan lama-lama pegang bola, dalam arti pemain kita harus siap untuk Press pemain lawan tersebut. Dan itu tidak gampang harus punya stamina yang cukup dan harus kita buat dalam latihan, begitu pesan dari Coach Elly” kata Armen.

Baca Juga:  Disiplin Berlatih, Kunci Aqmal Lanjutkan 'Tradisi'

“Pemain Depan Pelita selalu dijaga ketat, Thurfa dan Akmal selalu diikuti lebih dari dua pemain, sehingga saya memberanikan untuk menurunkan Yoga serta menarik Thurfa sebagai secound striker agar bisa menarik pemain belakang lawan tertuju hanya kepada Thurfa, sehingga Yoga bisa memanfaatkan bola yang mungkin pemain lawan tidak mengira

“Kita sudah masuk dalam suasana final, kalah berarti gugur, menang tentunya akan lanjut, ini semua kembali kepada semua pemain mau apa tidak, yang di akhiri jawaban serentak SIAAAP COACH oleh seluruh Pemain”, Tutup Coach Armen. (ANT)

 

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button