Berita

Rammdan “Rambo” Senjata Pelindung di Benteng Pertahanan

anakbola.net – Keberhasilan penjaga gawang dalam menghadang terjangan pemain lawan menjadi penentu terhadap hasil akhir bagi timnya. Dengan posisi vital seperti itu, Rammdan Rafitia Firmansyah punya keberanian tinggi untuk melakoni peran sebagai kiper.

Tak hanya karena darah penjaga gawang yang diwariskan oleh Sang Ayah, pemuda yang akrab disapa Rambo ini juga mengasah kemampuan teknik dan mentalnya demi menjadi kiper yang mumpuni. Karena seorang goal keeper tidak saja berfungsi sebagai sweeper keeper atau shot stopper, tetapi harus mampu menjadi komandan di benteng pertahanan. Serta menyadari tugas dalam menutup kesalahan yang dibuat rekan-rekannya di lini belakang.

Rambo saat memberi komando kepada rekan setimnya. (Foto: Istimewa)

Rambo yang kini duduk di kelas 8 SMPN 2 Purwakarta, mulai berlatih sepak bola pada tahun 2012 silam. Cilandak Putih FC merupakan ‘Kawah Candradimuka’ bagi dirinya dalam meningkatkan kemampuan fisik, teknik, serta pengetahuan sepak bola. Uniknya, sejak awal ia lebih memilih posisi penjaga gawang sampai dengan sekarang.

Pengagum David De Gea, kiper Manchester United itu sempat pula bergabung dengn ASAD 312, Lodaya RMD, Purwakarta Soccer, Juanda +99, Akademi Remaja Masa Depan (RMD) Jakarta, dan Surya Bakti Cilegon.

Meski belum genap berusia 13 tahun, Rammdan kerap menjadi starter berkat keberhasilannya menggagalkan upaya terakhir dari tim lawan. Keberadaanya di bawah mistar bukan saja melindungi timnya dari kekalahan. Melainkan memberi jaminan kepada rekan-rekannya untuk membangun serangan buat mencetak gol kemenangan.

Dengan tinggi 157 cm, Rambo pernah dinobatkan sebagai kiper muda terbaik tingkat DKI Jakarta. Bersama timnya dia meraih juara ketiga GEAS tingkat nasional. Sementara sekarang, membawa RMD Batavia memimpin klasemen sementara Liga TopSkor U-13. Lantas turut membela Surya Bakti tampil di ajang Indonesia Junior League U-13.

Baca Juga:  Iwan Bule Beri Tugas Khusus Kepada Plt Sekjen PSSI

Dalam perjalanannya mengarungi kejuaraan sepak bola, Rammdan mengaku bisa tampil di Singa Cup Singapura merupakan pengalamannya yang paling berkesan. Sebagai pemain mental bertandingnya juga terlatih karena tidak selalu memetik kemenangan.

Rammdan Rafitia Firmansyah (kiri) saat tampil di GEAS 2020. (Foto: Istimewa)

Tak jarang ia harus mengalami kekalahan bersama rekan setimnya. Namun dia mampu bangkit menatap pertandingan lainnya karena mendapat dukungan dari orangtua dan motivasi dari para pelatih.

“Kalau sudah angkat trofi itu adalah momen yang sangat memuaskan. Walau dukanya juga ada, yaitu jika sudah tersisih di putaran pertama,” tutur Rammdan. (RED)

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button