Serba Serbi

Respect, Belajarlah pada Jurgen Klopp

anakbola.net – Jurgen Klopp boleh jadi sosok yang garang di lapangan, seringkali Klopp terekam kamera sangat ekspresif di lapangan ketika anak asuhnya Liverpool FC menjalani laga. Tak jarang, Klopp terlihat kesal dan tanpa kompromi ketika ada kesalahan-kesalahan kecil yang di lakukan pemainnya di lapangan.

Jurgen Klopp terkenal pelatih yang tanpa kompromi dan memberikan seluruh energinya untuk kemenangan tim yang diasuhnya. Namun, di luar lapangan Klopp tetaplah sosok yang menyenangkan, lucu, bahkan lemah lembut.

Betapa tidak, Klopp mau meluangkan waktu untuk membalas surat fan cilik Manchester United yang baru berusia 10 tahun. Keunikan dari peristiwa ini adalah, fan cilik Manchester United ini meminta Liverpool kalah.

The Reds saat ini menjalani liga primer Inggris dengan laju kemenangan yang belum bisa dihentikan oleh rival-rivalnya. Lihat saja, 26 pekan liga primer Inggris bergulir, Liverpool FC berhasil mendulang 25 kemenangan dan 1 hasil seri.

Rupanya laju kemenangan Liverpool inilah yang membuat fans cilik Manchester United khawatir. Menukil dari Goal internasional, fans cilik Manchester United berkirim surat pada Jurgen Klopp. Daragh Curley, fans cilik Manchester United yang berinisiatif mengirim surat pada Jurgen Klopp. Curley cemas Liverpool bakal juara tanpa terkalahkan, yang membuatnya khawatir sebagai fans MU.

“Liverpool memenangi terlalu banyak pertandingan. Jika Anda memenangi sembilan pertandingan lagi maka Anda bakal menorehkan laju tidak terkalahkan terbaik di sepak bola Inggris. Sebagai fans MU itu sangat menyedihkan,” tulis Curley.

“Jadi pada pertandingan Liverpool berikutnya, tolong biarkan mereka kalah. Anda hanya perlu membiarkan tim lain mencetak gol.”

“Saya harap saya sudah meyakinkan Anda untuk tidak memenangi pertandingan liga atau lainnya lagi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

Tak disangka di tengah kesibukan Klopp menjalani jadwal pertandingan Liverpool sangat padat, Klopp masih meluangkan waktu untuk membalas surat dari fans cilik Manchester United tersebut. Mantan pelatih Borussia Dortmund membalas surat Curley dengan sentuhan manis.

“Sayangnya, pada kasus ini saya tidak bisa mewujudkan permintaan Anda, bagaimanapun ini bukan pilihan,” respons Klopp.

“Meski Anda sangat ingin Liverpool kalah, tugas saya adalah melakukan segalanya yang bisa saya lakukan untuk membantu Liverpool menang, sebab ada jutaan orang di seluruh dunia yang menginginkan itu. Jadi saya tidak mau membuat mereka kecewa.”

“Saya bisa menjamin bahwa satu hal yang tidak akan berubah adalah hasrat Anda untuk sepak bola dan untuk klub Anda. Manchester United beruntung punya Anda.”

“Meski klub-klub kita merupakan rival hebat tetapi kita juga berbagi rasa respek yang tinggi terhadap satu sama lain. Ini, bagi saya, adalah arti sepak bola yang sebenarnya,” tutupnya

Tentu saja, Curley sangat kaget dan senang, suratnya di balas oleh Klopp. Selain sebagai pelatih top di dunia, Klopp juga pelatih musuh abadinya Manchester United.

Tapi, demikianlah sepakbola, permusuhan dan rivalitas hanya ada di lapangan sepak bola, tercatat dengan angka-angka skor, tropi, atau catatan lain sebagai pembanding prestasi.

Di luar catatan angka-angka tersebut, sepakbola adalah mengajari semua orang yang terlibat untuk saling menghormati, saling dukung melampaui angka-angka dan catatan skor atau tropi yang dimiliki.

Jurgen Klopp mengajari kita, rivalitas bukan menghilangkan rasa kasih sayang kita pada rival. Bahkan, Klopp bisa memberi contoh, bahwa sepakbola dinikmati oleh semua kelompok umur, termasuk anak-anak. Dia memberi contoh, walau Manchester United lagi terpuruk di liga primer Inggris, sebagai rival, Klopp tetap mendukung fans cilik Manchester United untuk terus memberikan support pada klub kebanggaannya tersebut.

Lebih jauh, para pemain dan stake holder yang terlibat dalam sepakbola, bahwa anda adalah idola banyak anak-anak di belahan dunia. Maka, tunjukkan sikap dan prilaku yang baik, karena sebagai idola, prilaku dan sikap pemain baik di dalam maupun di luar lapangan akan menjadi teladan bagi anak-anak.

Baca Juga:  Apa Kata Mereka #3: Bermodalkan Pengalaman di PSSI, Bung Towel Cocok Jadi Sekjen PSSI

Sikap teladan yang dicontoh kan oleh Jurgen Klopp bukanlah yang pertama di dunia sepakbola.
Sikap respect dan saling mendukung juga diperlihatkan oleh Alex Ferguson kepada Liverpool FC, ketika tragedi Hillsborough yang menewaskan 96 pendukung Liverpool FC.

Alex Ferguson adalah orang pertama yang menelpon Kenny Dalglish dan memberikan dukungan pada Kenny dan Liverpool FC. Padahal pada masa itu, rivalitas Liverpool FC dan Manchester United sangat keras, tak cuma itu, rivalitas Kenny dan Alex lebih keras jauh sebelum mereka berdua bergabung dengan Liverpool FC dan Manchester United.

Ketika di Skotlandia, rivalitas antara dua sosok ini pun telah tercipta. Namun, sebagai insan sepakbola, kedua nya saling memberi kan dukungan dan respect ketika salah satu mengalami kesedihan.

Mudah-mudahan, insan sepakbola Indonesia bisa mengambil contoh dan teladan bagaimana respect dan saling dukung dalam sepakbola adalah lebih penting dari pada catatan skor dan tropi.

Respect-Belajarlah-pada-Jurgen-Klopp.jpg

Mahmuddin Muslim, Penggiat Sepakbola Usia Muda/The Kop

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker