Berita

Ridho Pratama, Gelandang Yang Rajin

anakbola.net – Menjadikan Neymar da Silva Santos Júnior sebagai idola, menginspirasi Ridho Pratama untuk menjadi pemain sepak bola berprestasi. Mendapat dukungan dari orang tuanya, sejak tahun 2019 lalu Ridho mengasah kemampuan fisik, teknik, dan taktik sepak bola di SSB Garuda Palembang.

Oleh Pelatih Kepala SSB Garuda, Pajrian pelajar kelas 8 SMP Bina Jaya Palembang ini kerap dimainkan sebagai gelandang. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan, Pajrian menilai Ridho merupakan pemain yang mampu mempertahankan penampilan secara konsisten saat memperkuat timnya. Remaja kelahiran 24 April 2006 tersebut juga dikenal sebagai pemain tengah yang rajin, baik dalam mengalirkan bola di awal serangan, maupun dalam menjaga penguasaan bola dan bertahan.

Ridho Pratama, Gelandang Yang Rajin
Ridho Pratama, Gelandang Yang Rajin
Ridho Pratama. (Foto: Dok. Pribadi)

Selain memiliki pergerakan yang lincah, Ridho juga mempunyai visi yang baik di lapangan. Oleh karena itu ia bisa diandalkan dalam menyusun permainan buat timnya. Ditopang mental bermain dan jiwa kepemimpinan yang ada dalam dirinya, dia mampu mengkoordinir rekan-rekannya di lapangan. Ridho dapat mencari celah agar tim yang diperkuatnya bisa keluar dari tekanan tim lawan, dan berbalik memperoleh hasil yang terbaik.

Tidak hanya di dalam lapangan sepak bola, sifat rajin pemilik tinggi badan 138 cm itu sudah terbangun dari rumah. Seperti tak mengenal lelah, dia selalu membantu kedua orang tuanya. Setiap hari gelandang terbaik SSB Garuda ini merawat tiga ekor sapi. Mencari makan dan memandikan sapi-sapinya menjadi rutinitas Ridho. Meski demikian ia tidak pernah absen mengikuti latihan di SSB Garuda.

Selama hampir dua tahun menimba ilmu sepak bola di SSB Garuda sejumlah prestasi telah dikoleksi Ridho.

“Prestasi bersama SSB Garuda sudah banyak sekali. Kami sering meraih juara 1,2, dan 3 dalam berbagai event. Namun yang membanggakan bagi saya ialah saat menjadi juara di turnamen sepak bola di Lampung,” tutur Ridho Pratama.

Baca Juga:  Demi Sikap Politik Timnas Indonesia Urung Tampil Pada Piala Dunia 1958

Pencapaian tersebut tak membuat Ridho cepat merasa puas. Pemuda yang lahir dari keluarga sederhana itu terus mengembangkan kemampuan agar bisa menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia. Impian tersebut ingin diwujudkan demi membantu dan membalas jasa kedua orang tuanya.

Disamping beprestasti di lapangan hijau, Ridho yang memiliki suara merdu sering menjuarai lomba mengumandangkan adzan. Menjalani kegiatan-kegiatan positif seperti bermain bola dan mengikuti kontes Muadzin merupakan cara Ridho menghindarkan diri dari bermain game online. (BSD)

 

 

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker