Serba Serbi

Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

anakbola.net – Tak terasa, lebih dari dua pekan coach Aseng tutup usia. Pemilik nama asli Andrianto itu menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 5 Maret 2021 silam. Di hari terakhirnya, mendiang masih menyempatkan diri menemani putranya latihan sepak bola.

Atas kepergian Aseng, sosok yang dikenal sebagai penggiat sepak bola usia dini itu para kolega pun berduka. Mereka kehilangan sosok penting yang kaya pengetahuan dan memiliki segudang pengalaman soal sepak bola, teristimewa dalam hal pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda.

Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

Yanti, pemilik Satria Cipta FC (Saci)

Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

Yanti mengungkap bahwa coach Aseng merupakan figur pelatih yang ramah dan baik. Termasuk di saat bertemu dalam event kejuaraan, walau berbeda “bendera’ namun Aseng menunjukkan sikap menghormati kepada semua tim yang bertanding.

Bagi pemilik Satria Cipta FC itu, Aseng turut memberi inspirasi buat memutuskan membangun sekolah sepak bola (SSB). Mengetahui rencana Yati untuk membentuk tim Saci, tak tampak raut keberatan di wajahnya. Sebaliknya dia justru mendukung dengan sungguh-sungguh. Karena baginya kehadiran Saci bukanlah kompetitor atau ancaman bagi SSB miliknya, maupun SSB lainnya yang ada di kota Tangerang Selatan.

“Di awal-awal saya membentuk tim Satria Cipta FC, beliau hadir support banget,” ujar Yanti.

Dirinya juga masih mengingat ucapan Aseng kala itu, “Selama tujuan mendirikan SSB dalam rangka pembinaan usia dini, Hayook bersama-sama kita majukan sepak bola anak-anak,” kenangnya.

Mahmuddin Muslim, Pemimpim Umum anakbola.net

Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

Mahmuddin mengenal coach Aseng sebagai orang yang sangat mencintai sepak bola. Pernah besama di Diklat PSP Padang ini, menurut Mahmuddin rekannya itu selalu antusias jika berurusan dengan sepak bola. Itu ditunjukkan misalnya dengan dengan sukarela melatih di Kampusse Soccer, SSB yg didirikannya agar anak-anak di sekitar rumahnya bisa berlatih sepak bola secara baik.

Baca Juga:  #StayAtHome: Mari Berlatih di Rumah

“Aseng bercita-cita mendirikan akademi sepakbola yang bisa gratis untuk siswanya,” tutur Pemimpin anakbola.net

“Almarhum, lahir dari sepak bola, dan menemui sang Khalik pun di lapangan sepak bola ketika mendampingi anaknya berlatih. Kita merasa kehilangan pada sosok yang murah senyum dan selalu semangat ini. Insya Allah almarhum Husnul khotimah,” imbuh Mahmuddin.

Robin Meilast, Pelatih Astam

Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

Salah satu kolega Aseng, yakni coach Robin juga punya kenangan tersendiri terhadap mendiang.

“Saya kenal Almarhum di Paguyuban SSB se-Tangsel (Pagustas). Kami pertama kali bertemu dalam festival sepak bola usia dini, saat itu SSB yang dibina coach Aseng bertemu dengan SSB yang saya latih, yakni Astam,” tutur Robin

Beliau orangnya baik, memiliki kepedulian tinggi sama anak didiknya. Demi perkembangan dan pengalaman anak-anak, semasa hidupnya beliau seringkali mengadakan trofeo bagi pemain kelompok usia dini,” sambungnya

Imam Nugraha, Pelatih Pass Parung dan Guns Soccer

Menurut Imam Nugraha, Aseng adalah orang yang mudah bergaul. Namun begitu dia bisa tegas terutama ketika harus mengedepankan kepentingan anak-anak didiknya.

Apa Kata Mereka #10: Sosok Coach Aseng dalam Memori Kolega

“Walaupun dia memiliki anak kandung yang juga pesepakbola, tetapi bila ada seleksi atau membawa anak kandungnya itu bermain di suatu SSB buat mencari pengalaman maka Almarhum akan menyertakan para anak didiknya yang lain. Di situ terlihat betapa kepedulian beliau terhadap anak-anak didiknya,” bebernya

Pelatih Pass Parung dan Gunss Soccer ini menambahkan, jika Aseng selalu membagi ilmu dan pengalamannya di dunia sepak bola. Mendiang bahkan tampak senang bilamana bisa berbagi agar para koleganya bisa lebih baik.

“Beliau orangnya mudah diajak diskusi, selalu ingin sharing tentang sepak bola Indonesia, khususnya soal cara melatih siswa didik di SSB yang baik. Itu yang saya alami selama mengenalnya,” pungkas coach Imam. (BSD/MM)

Baca Juga:  Protokol Latihan Sepak Bola Bagi Pemain Belia Di Masa Transisi Pandemi
Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker