Berita

SSB Bunda Persaci Atasi Kenakalan Remaja Melalui Sepak Bola

anakbola.net – Dilatarbelakangi keprihatinan terhadap konflik kekerasan di kalangan remaja yang kerap melakukan tawuran, maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, serta kenakalan remaja lainnya, menjadi motivasi Hj Sulistiowati (pemilik SSB Bunda Group) untuk mencegah beragam perilaku negatif yang menjurus pada perbuatan kriminal tersebut. Sepak bola lantas menjadi pilihan Sulistiowati untuk memberdayakan kemampuan yang dimiliki anak-anak atau para remaja.

Pada tanggal 23 Agustus 2020 beliau membangun sekolah sepak bola yang diberi nama Bunda Persaci dengan home base di Jalan Cikahuripan Klapanunggal, desa Cibeber I, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski belum genap setahun usianya, beberapa prestasi berhasil ditorehkan, diantaranya menjadi juara Trofeo Villa 2000.

Sebanyak 146 anak-anak (mulai dari kelompok umur 7-23 tahun) telah bergabung di SSB ini untuk mengenyam pengetahuan dan teknik sepak bola. Oleh pengelola SSB Bunda Persaci para siswa didik tersebut tidak dikenakan biaya pendaftaran maupun untuk iuran bulanan. Mereka hanya dipungut Rp 10 ribu setiap kali mengikuti latihan.

Keseriusan Bunda Persaci untuk melahirkan bakat-bakat sepak bola nan unggul ditunjukkan dengan merekrut pelatih yang punya lisensi D Nasional, yakni coach Raga Jauhari dan coach Yudhi. Kedua pelatih tersebut tidak hanya melatih kemampuan fisik, teknik dan taktik, tetapi juga bertanggungjawab dalam membentuk bakat-bakat pesepakbola yang profesional dan berkarakter sesuai nilai-nilai yang diusung di sini.

Penampilan siswa SSB Bunda Persaci (kanan) dalam suatu pertandingan. (Foto: Istimewa)

Terhadap siswa-siswa didik yang mengikuti pendidikan di Bunda Persaci, selain diberi menu latihan baik teori dan praktek yang mengacu pada kurikulum filanesia (filosofi sepak bola Indonesia), para pelatih dan pengelola senantiasa menginternalisasikan nilai-nilai fair play, respect atau menghargai orang lain.

Bagi perempuan yang akrab dengan sapaan bunda Sulistiowati ini, bola bukan semata-mata media untuk meraih prestasi sebagai atlet atau pesepakbola, melainkan instrumen pencegahan dini agar anak-anak tidak terlibat perbuatan yang melanggar hukum.

Baca Juga:  Mulanya Dikenalkan Ayah, Kini Daffa Bertekad Menjadi Pesepakbola Profesional

 

Tim usia dini SSB Bunda Persaci. (Foto: Istimewa)

Melalui nilai-nilai yang terkandung dalam sepak bola, seperti kedisiplinan, komunikasi, kekompakkan dalam bekerjasama, termasuk nilai-nilai yang ada di SSB Bunda persaci berguna dalam keseharian dan lingkungan sosialnya. (BSD)

 

 

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button