Serba Serbi

Hari Anak Nasional 2020: Pesan Ketua Komnas HAM RI Untuk Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

anakbola.net – Olah raga sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental anak-anak, demikian pula sepak bola, olahraga yang paling diminati seluruh rakyat di dunia, termasuk di Indonesia.

Oleh karena itu, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Ahmad Taufan Damanik mengatakan sangat baik mendorong anak-anak kita masuk ke sekolah sepak bola, untuk dibina fisik, mental dan ketrampilan individu mau pun kerja sama tim.

Kita perlu mendorong pula anak-anak kita bergabung dalam klub olah raga lain seperti renang, bulutangkis, atletik, senam dan lain sebagainya. Tujuan utama masuk ke klub olah olahraga seperti sepak bola adalah kesehatan fisik dan kekuatan mental anak-anak.

“Di klub atau sekolah sepak bola – atau klub olah raga lain -, mereka juga belajar membangun kerja sama, saling menghargai, tidak saja sesama teman satu tim, tapi juga menghormati lawan sebagai ekspresi sikap sportifitas, menghormati hasil pertandingan/kompetisi, patuh kepada aturan dan disiplin. Dengan begitu, sejak muda fisik, mental, karakter dan kecerdasan emosional/intelektual mereka dibina bersama anak-anak sebaya lainnya”, terang Ketua Komnas HAM RI yang pernah menjabat sebagai Komisioner di Komisi Badan Promosi dan Perlindungan Hak Asasi Perempuan dan Anak ASEAN/The ASEAN Commission on the Promotion and Protection on the Rights of Women and Children.

Salah satu tujuan yang juga diinginkan para orang tua mau pun pembina adalah prestasi, Namun, anak-anak harus diajarkan bahwa prestasi bukan lah tujuan akhir yang mutlak harus diraih. Prestasi adalah hasil yang dicapai dari proses berlatih dan berlatih, yang memerlukan kesabaran, keteguhan dan keyakinan. Jadi, tujuan pentingnya adalah pembangunan karakter manusia.

Ilustrasi prestasi siswa sekolah sepak bola. (Foto: http://ijsl10.com/)

“Menjadi juara bukan lah segalanya, itu ujung dari proses yang diraih hanya sebagian orang. Kebanyakan yang lain tidak menikmatinya dan itu tidak mengapa. Yang penting anak-anak dapat membangun jati dirinya sehingga menjadi generasi penerus yang kuat dan mandiri. Orang tua, pelatih, pembina tidak perlu membebani anak-anak untuk mendapatkan prestasi juara. Jangan sampai demi meraih juara malah psikologi anak terbebani, atau malah meraih juara dengan meninggalkan sikap jujur dan sportif. Sekali lagi, menjadi juara itu penting, tetapi lebih penting lagi membangun tubuh yang sehat, mental yang kuat, moral yang jujur dan fair“, pesan Ahmad Taufan.

Baca Juga:  Cerita Perjuangan Pemain Sepak Bola Melawan Virus Corona (2-Habis)

Hak anak di usia pertumbuhan ini, selain mendapatkan pendidikan formal dan non formal, adalah menikmati kesenangan bermain di usia pertumbuhan tersebut. Dengan begitu, berada di dalam klub sepak bola atau olah raga apa pun adalah bagian dari menikmati hak bermain, bergembira, relaksasi.

Ahmad Taufan menekankan, bahwa dengan kondisi gembira di dalam pelatihan olah raga yang rutin itu, fisik dan jiwa mereka tumbuh-kembang. Menjadi manusia yang percaya diri, penuh optimisme, memiliki pergaulan sosial yang luas, dan tentu saja terhindar dari pergaulan bebas yang dihantui bahaya narkoba, kenakalan remaja dan sikap destruktif.

Kepada para orang tua, pelatih dan pembina klub sepak bola dan olah raga lainnya, Ketua Komnas HAM RI ini menghimbau untuk meberikan ruang yang luas kepada anak-anak kita untuk menikmati masa muda mereka dengan bahagia bersama teman sebaya. Dukung lah mereka menjadi generasi Indonesia masa depan yang brilian. Selamat Hari Anak Nasional !!!

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button