Berita

Si Tengil Gelandang Tangkas Dengan Insting Brilian

anakbola.net – Memiliki bakat sepak bola, Ahmad Arif mulai berlatih di sekolah sepak bola (SSB) Putra Tangkas sejak usia 7 tahun. Menghabiskan lebih dari separuh umurnya untuk menempa diri sebagai pemain sepak bola, ‘Si Tengil’ begitu julukan yang diberikan kawan-kawannya itu, telah menjelma menjadi sosok gelandang serba bisa.

Gelandang andalan SSB Putra Tangkas ini mampu berperan sebagai gelandang serang tengah (central attacking midfielder) dan gelandang serang sayap (wide attacking midfielder). Bahkan Arif bisa sama baiknya ketika bermain di posisi gelandang bertahan.

Tak hanya didukung stamina fisik yang prima, remaja kelahiran 18 September 2004 tersebut juga dikenal sebagai pemain dengan semangat juang yang tinggi dan punya insting brilian. Kecerdasannya dalam membaca permainan dan menempatkan posisi seringkali berhasil mengobrak-abrik lini belakang tim lawan, sekaligus menciptakan banyak peluang bagi timnya. Kemampuannya itu kian paripurna dengan kepiawaiannya menjebol gawang lawan.

Finishing touch-nya di jantung pertahanan lawan memang sudah tak diragukan lagi. Dalam kesempatan tampil di beberapa ajang turnamen tingkat desa, dirinya pernah meraih predikat sebagi top skor.

Bersama rekan-rekan setimnya, Arif turut menghantarkan timnya berprestasi di pelbagai kompetisi sepak bola junior. Baru-baru ini misalnya, Ia sukses membawa SSB Putra Tangkas yang berbasis di kecamatan Karangawen, kabupaten Demak, Jawa Tengah menjuarai Mateseh Cup.

Ahmad Arif (depan, dari kanan) bersama rekan setimnya, SSB Putra Tangkas

Mengidolakan pemain Timnas Jerman Toni Kroos yang kini bermain di Real Madrid, Si Tengil memiliki impian bisa di panggil pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong membela skuat Garuda Muda.

Untuk menggapai asanya tersebut, selain berlatih dengan disiplin pemain dengan tinggi badan 160 cm dan bobot 46 kg ini perlu motivasi agar tidak mudah tersulut emosinya kala berada di lapangan. Padahal di luar lapangan meski terkenal tengil, namun dia adalah sosok yang ramah.

Baca Juga:  Hentikan Perlawanan Kamsa, Perselo FC Masih di Jalur Kemenangan

Hal ini perlu menjadi fokus bagi Arif, mengingat bahwa kematangan dalam mengelola emosi berhubungan erat dengan performa permainan sepak bola.

Ketidakmampuan mengendalikan emosi, tentunya dapat memicu agresifitas untuk melakukan tindakan negatif, seperti menyerang lawan atau wasit. Tindakan dimaksud  bukan saja merugikan si pesepak bola, tetapi juga bagi timnya.

Semoga kedepannya Si Tengil tumbuh menjadi pemain sepak bola profesional yang arif dan bijaksana. (BSD)

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker