Berita

SSB Buperta Ditetapkan Sebagai Juara Liga Kompas Kacang Garuda U-14

anakbola.net – Ketidakpastian akan berakhirnya wabah virus Corona (COVID-19) mendorong penyelenggara Liga Kompas Kacang Garuda U-14 (LKG U-14) musim 2019-2020 menghentikan kompetisi bagi pesepakbola muda di tanah air. Padahal kompetisi ini baru memasuki pekan ke-25. Masih tersisa lima pekan lagi, yang seharusnya dilakoni para peserta liga.

Dengan dihentikanya perhelatan LKG U-14 musim ini, penyelenggara menetapkan Sekolah Sepak Bola (SSB) Buperta Cibubur sebagai pemenang 1 atau juara Liga Kompas Kacang Garuda U-14 musim 2019-2020. Sedangkan SSB Matador Mekarsari dan SSB Siaga Pratama berhak atas juara ke-2 dan ke-3.

Ditetapkannya ketiga SSB tersebut sebagai juara menyusul keputusan penyelenggara yang menyatakan Klasemen Liga Kompas Kacang Garuda U-14 musim 2019 – 2020 pada pekan ke-25 sebagai Klasemen Akhir.

Dalam kompetisi ini Buperta meraih juara dengan total 52 poin, unggul 2 poin dari Matador dan 4 poin dari Siaga Pratama. Kendati gelaran liga kali ini berakhir antiklimaks, namun SSB Buperta bisa dikatakan laik meraih gelar tersebut. Performanya konsisten sejak awal musim dan baru kalah sekali sepanjang kompetisi musim ini.

Atas hasil ini pelatih Buperta Jumhari Saleh mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa senang dan terharu dengan capaian timnya. Namun, dia juga mengaku kurang puas dengan gelar juara prematur itu. Ia merasa timnya belum benar-benar teruji dalam satu kompetisi penuh.

Pemain-pemain SSB Matador Mekarsari (https://ligakg.kompas.id/)

Berbeda dengan Pelatih Buperta, raut kekecewaan menyelimuti kubu SSB Matador. Pelatih Matador Supriyono Prima mengaku kecewa kompetisi dihentikan. Menurut Supriyono lima laga sisa semestinya bisa menjadi ”sekolah” terbaik untuk para pemainnya. Laga-laga itu diyakininya akan sangat intens dan bisa menempa mentalitas timnya.

”Sebagai pelatih, tentu kurang puas. Ini kan istilahnya juara karena ada musibah hingga dihentikan. Tetapi, tentu kita harus ikut anjuran. Ini kan situasi darurat mencakup skala internasional,” ujar Jumhari.

Baca Juga:  Imbas COVID-19, Liga Kompas Kacang Garuda U-14 Dihentikan Lebih Awal

Meski begitu, Supriyono meminta anak asuhnya untuk tidak larut dalam kekecewaan itu. Akhir perjalanan LKG U-14 musim ini hanyalah titik awal dalam karir panjang bagi mereka. (MM/BSD)

Tampilkan Lainnya

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker